Lupakan monster setinggi 25 meter dari Walking with Dinosaurs. Itu tidak ada.
Liopleurodon ferox memang benar-benar binatang buas. Namun selama beberapa dekade, budaya pop dan perkiraan kasar menggambarkannya sebagai raksasa yang skalanya mustahil. Reptil laut berleher pendek yang berpatroli di laut dangkal Inggris dan Prancis selama Jurassic Tengah, mendapatkan reputasi yang menakutkan. Beberapa rekonstruksi lama menyebutkan panjangnya 25 meter. Itu lebih panjang dari lapangan basket. Ini tidak masuk akal.
Penelitian baru mengubah cerita. Ahli paleontologi di Universitas Portsmouth, dipimpin oleh Dr. Edward Bartlett, memeriksa ulang setiap spesimen yang diketahui. Mereka menginginkan kebenaran, bukan drama TV. Hasilnya? Liopleurodon ferox secara signifikan lebih pendek. Jauh lebih mudah dikelola. Namun tetap saja mematikan.
Kebingungan dimulai sejak dini. Holotipe asli, yang dijelaskan pada tahun 1873 hanyalah sebuah gigi yang terisolasi. Satu gigi kaniniformis. Sepotong kecil tulang itu menjadi jangkar bagi sejarah taksonomi yang berantakan. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan memberi label Liopleurodon pada lusinan fosil terpisah dari periode Callovian dan Tithonian. Beberapa berukuran kecil. Beberapa sangat besar. Kisaran perkiraan ukuran membengkak dari 6,39 meter menjadi 25 meter.
Itu berantakan.
Untuk memperbaikinya, tim mengumpulkan 37 spesimen yang terkait dengan Liopleurodon ferox. Mereka mengukur. Mereka membandingkan. Mereka menghitung. Data menceritakan cerita yang berbeda. Panjang tubuh total kemungkinan berkisar antara 2,46 meter hingga 8,09 meter. Tapi inilah nuansanya. Kerangka paling lengkap berkumpul antara 4,8 dan 6 meter. Hewan rata-rata? Mungkin mendekati 5 meter.
“Meskipun lebih kecil dari beberapa konsepsi terkenal, ia masih merupakan predator laut yang dominan di lautan Jurassic Oxford Clay.”
Lima meter. Masih besar. Masih menjadi predator puncak. Tapi tidak mendekati angka mitos 25 meter.
Para peneliti membangun model mereka menggunakan dua kerangka yang terpelihara dengan baik—satu dari Tübingen, Jerman, dan satu lagi dari Natural History Museum di London. Mereka mengkalibrasi proporsinya menggunakan tengkorak lengkap yang terpisah. Apa yang mereka temukan?
Tengkoraknya sangat besar. Itu membuat sekitar 24% dari panjang kerangka. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya. Kepala yang lebih besar berarti gigitan yang lebih besar. Hal ini mengisyaratkan bahwa Liopleurodon dapat memangsa mangsa yang jauh lebih besar dibandingkan pliosaurus lain pada masa itu. Meski diperkecil, ia tetap menjadi hewan terbesar yang diketahui di ekosistem Formasi Tanah Liat Oxford.
Tapi inilah twist yang membuatnya menarik. Sedangkan L. ferox mungkin lebih kecil dari yang kita duga, itu bukan satu-satunya.
Beberapa fosil terpisah dari formasi yang sama menunjukkan pliosaurus yang adalah raksasa. Perkiraan kerabat tak dikenal ini mencapai hingga 12,2 meter. Mereka tidak memiliki fitur diagnostik khusus untuk menyebutkan nama mereka. Mereka adalah raksasa misterius yang berenang di samping Liopleurodon setinggi 5 meter.
Hal ini menunjukkan sesuatu yang penting tentang sejarah evolusi. Gigantisme pada pliosaurus, khususnya hewan yang panjangnya lebih dari 10 meter, berevolusi pada akhir Jurassic Tengah. Liopleurodon berbagi dunianya dengan raksasa sejati ini, meskipun dia bukan salah satu dari mereka.
Jadi, siapa predator terbesarnya? Mungkin raksasa yang tidak disebutkan namanya. Tapi Liopleurodon masih bertahan. Itu menjadi patokannya. Standar. Dan sekarang, berkat penilaian ulang ini, kami tahu persis seperti apa bentuknya.
Bukan naga setinggi 25 meter. Pembangkit tenaga listrik setinggi 5 meter. Dengan panjang kepala hampir satu meter.
Temuan ini muncul di Journal of Vertebrate Palaeontology. Perdebatan mengenai ukuran sudah berakhir. Misteri raksasa lainnya masih tetap ada. Dan sejujurnya, itu lebih baik. Itu membuat lautan tetap misterius.




















