‘Bulan Bunga’ Bulan Mei Tiba: Apa yang Diharapkan dari Micromoon Malam Ini

15

Malam ini, langit malam akan didominasi oleh bulan purnama di bulan Mei, yang secara tradisional dikenal sebagai “Bulan Bunga”. Saat Belahan Bumi Utara memasuki puncak musim semi, peristiwa bulan ini menandai periode mekarnya bunga yang berlimpah, sehingga memberi nama puitis pada bulan tersebut.

Sebuah “Bulan Mikro” di Langit

Meskipun bulan akan tampak terang benderang, namun bulan tidak akan berada pada titik terbesarnya. Karena bulan mengikuti orbit elips (berbentuk oval) dan bukan lingkaran sempurna, jaraknya dari Bumi bervariasi sepanjang bulan.

Malam ini, bulan berada di dekat apogee —titik terjauhnya dari Bumi. Fenomena ini menghasilkan apa yang oleh para astronom disebut sebagai “micromoon”.
Perbedaan Ukuran: Dibandingkan dengan ukuran rata-rata 31 menit busur, bulan akan membentang sekitar 29,72 menit busur.
Dampak Visual: Jika dilihat dengan mata telanjang, bulan mungkin tampak sedikit lebih kecil dan lebih jauh dari biasanya.

Tip Melihat: Warna dan Konstelasi

Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, pengamat harus keluar segera setelah matahari terbenam. Saat bulan terbit rendah di ufuk tenggara, bulan mungkin akan berubah menjadi rona kuning atau oranye yang khas. Hal ini disebabkan oleh hamburan Rayleigh, proses yang sama yang menciptakan matahari terbenam berwarna merah; cahaya bulan harus melewati bagian paling tebal di atmosfer bumi, yang menyaring panjang gelombang biru yang lebih pendek dan meninggalkan warna yang lebih hangat.

Apa lagi yang harus dicari:

Saat Anda mengamati bulan, beberapa landmark langit akan terlihat:
* Bintang Terang: Carilah Spica dan Arcturus (bintang paling terang ketiga di langit) yang bersinar di atas cahaya bulan. Perhatikan bahwa kecerahan bulan mungkin menghilangkan bintang-bintang yang lebih redup di konstelasi Libra.
* Planet Tetangga: Di ufuk barat saat matahari terbenam, Venus akan tampak sangat terang, dengan Jupiter tergantung tepat di atasnya.
* Gemini: Lebih tinggi di langit, bintang Castor dan Pollux akan menonjol di konstelasi Gemini.

Melihat ke Depan: “Bulan Biru”

Acara malam ini hanyalah awal dari bulan lunar yang sibuk. Pada 31 Mei, kita akan menyaksikan bulan purnama kedua, yang biasa disebut sebagai “Bulan Biru”.

Hal ini terjadi karena siklus bulan (kira-kira 29,5 hari) sedikit lebih pendek dibandingkan kebanyakan bulan kalender. Setiap beberapa tahun, siklus ini selaras sehingga memungkinkan terjadinya 13 bulan purnama dalam satu tahun, sehingga menghasilkan dua bulan purnama yang jatuh dalam satu bulan.

Catatan tentang terminologi: Terlepas dari namanya, “Bulan Biru” tidak benar-benar mengubah warna bulan; ini hanyalah label kronologis untuk bulan purnama kedua dalam satu bulan atau bulan purnama ketiga dari empat bulan purnama dalam satu musim.


Ringkasan: “Bulan Bunga” malam ini akan menjadi “bulan mikro”, yang tampak sedikit lebih kecil karena jaraknya dari Bumi, dan memicu terjadinya bulan purnama kedua yang langka—Bulan Biru—pada tanggal 31 Mei.