Terdapat kesenjangan yang signifikan dalam kesadaran masyarakat mengenai peraturan nikotin di Amerika Serikat. Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, sebagian besar orang tua dan pengasuh tidak menyadari bahwa usia legal untuk membeli produk tembakau adalah 21 tahun.
Disparitas Kesadaran
Temuan ini, yang dilaporkan oleh para peneliti dari Universitas Stanford, menyoroti ketidakkonsistenan yang mencolok dalam persepsi terhadap produk-produk dengan batasan usia yang berbeda. Dalam survei terhadap lebih dari 2.000 orang tua dan pengasuh anak praremaja dan remaja, kurang dari separuh responden dengan tepat mengidentifikasi usia legal untuk produk tembakau.
Hal ini sangat kontras dengan peraturan alkohol:
– Usia legal alkohol (21): 82% orang tua menjawab benar.
– Usia legal tembakau (21): Kurang dari 50% orang tua menjawab benar.
Kesenjangan ini menunjukkan bahwa meskipun ambang batas “21” sudah tertanam kuat dalam kesadaran masyarakat mengenai alkohol, peralihan federal untuk produk tembakau pada tahun 2019 belum mencapai tingkat pengakuan yang sama.
Pergeseran ke “Tembakau 21”
Lanskap hukum berubah secara signifikan pada tahun 2019 ketika batas usia federal untuk membeli rokok, vape, kantong nikotin, dan produk tembakau lainnya dinaikkan dari 18 menjadi 21 tahun.
Meskipun ini adalah mandat federal, penerapannya tidak merata di seluruh negeri:
– Pengadopsi Awal: Beberapa kota, seperti Needham, Massachusetts, memelopori pembatasan ini hampir dua dekade lalu.
– Kepatuhan Negara Bagian vs. Federal: Meskipun pengecer di semua negara bagian harus mematuhi undang-undang federal, penegakan hukum bisa jadi tidak konsisten di negara bagian yang belum memperbarui kebijakan lokalnya agar selaras dengan standar federal.
Mengapa Batasan Usia Penting
Dorongan untuk menaikkan usia dari 18 menjadi 21 tahun bukanlah hal yang sembarangan; hal ini didorong oleh data kesehatan masyarakat mengenai kecanduan nikotin.
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mulai menggunakan nikotin antara usia 18 dan 20 tahun mempunyai risiko lebih tinggi untuk mengalami ketergantungan jangka panjang dibandingkan dengan mereka yang mulai menggunakan nikotin pada usia 21 tahun atau lebih. Dengan menciptakan batas antara masa remaja akhir dan masa dewasa awal, pembuat kebijakan bertujuan untuk mengurangi tingkat merokok dan vaping di kalangan siswa sekolah menengah atas dan dewasa muda.
Bukti awal menunjukkan bahwa undang-undang ini berhasil. Di wilayah di mana undang-undang “Tembakau 21” diterapkan, penelitian mengamati:
– Pengurangan penggunaan rokok dan cerutu di kalangan usia 18 hingga 20 tahun.
– Penurunan tingkat vaping dan merokok di kalangan siswa sekolah menengah atas.
Kesimpulan
Studi ini mengungkapkan adanya keterputusan penting antara undang-undang federal dan kesadaran orang tua, yang dapat menghambat efektivitas upaya pencegahan nikotin. Menjembatani kesenjangan pengetahuan ini sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat kesehatan masyarakat dari undang-undang “Tembakau 21” dapat terwujud sepenuhnya.

















