Apa yang awalnya hanya sekedar hiburan bagi kaum elit telah mengalami krisis identitas total. Dan yang saya maksud bukan jenis perubahan potongan rambut Anda.
Awalnya, catur adalah hiburan intelektual di kalangan kelas atas. Suasananya tenang. Itu eksklusif. Anda memainkannya di ruang tamu, bukan di platform streaming.
Kemudian tibalah abad ke-20.
Permainan ini berkembang lebih jauh seiring menjadi sebuah profesi. Orang-orang bersaing memperebutkan gelar dunia. Mereka bersaing memperebutkan hadiah uang. Tiba-tiba, Anda tidak hanya perlu menjadi pintar. Anda harus menjadi penggiling. Pesaing. Dewan menjadi medan pertempuran untuk mendapatkan uang dan kejayaan, bukan sekadar percakapan.
Tapi ledakan sebenarnya? Itu baru-baru ini.
Saat ini Internet telah mempercepat pertumbuhan catur. Dan yang saya maksud adalah pertumbuhan besar-besaran. Konten catur tersedia secara luas melalui platform seperti YouTube dan Twitch. Anda dapat menyaksikan grandmaster live sambil makan malam. Anda dapat mempelajari keterbukaan dari seorang remaja di ruang bawah tanah Anda.
Hambatan untuk masuk baru saja menguap.
Catur bukan lagi sekedar permainan yang Anda mainkan. Itu adalah konten yang Anda konsumsi.
Pergeseran ini mengubah segalanya. Tidaklah cukup lagi menjadi ahli dalam bergerak. Anda harus menghibur. Bisa dilihat.
Tentu saja, para bangsawan masih ada di sana. Namun mereka berbagi layar dengan streamer yang memperlakukan setiap kesalahan seperti alur cerita yang dramatis. Pengalihan intelektual kini menjadi olahraga tontonan.
Dan angka-angkanya tidak berbohong. Jumlah penonton meroket. Kumpulan hadiah semakin bertambah. Ketenaran itu nyata.
Jadi, bagaimana kita bisa sampai di sini?
Kami sampai di sini karena internet mendemokratisasi akses. Anda tidak memerlukan keanggotaan klub. Anda tidak membutuhkan seorang mentor. Anda hanya perlu koneksi. Dan algoritme yang menyukai kisah comeback yang bagus.
Apakah catur masih bersifat intelektual? Ya. Tapi itu juga keras. Ini juga cepat. Itu juga ada dimana-mana.
Kelas atas tidak kalah. Mereka baru saja kehilangan monopoli atas hal itu.















