Pemerintah Inggris akan mengumumkan perubahan kebijakan besar-besaran yang bertujuan untuk mengisolasi konsumen dari perubahan harga pasar gas global yang tidak dapat diprediksi. Pada hari Selasa, Kanselir Rachel Reeves dan Menteri Energi Ed Miliband akan mengumumkan rencana untuk melemahkan hubungan antara harga listrik grosir dan biaya bahan bakar fosil, sebuah langkah yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan finansial dan energi nasional.
Memutuskan Hubungan Gas-Listrik
Berdasarkan mekanisme pasar saat ini, harga grosir listrik ditentukan oleh unit energi “marginal” yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Di Inggris, unit terakhir ini sering kali disediakan oleh gas alam. Oleh karena itu, meskipun sumber energi terbarukan seperti tenaga angin dan matahari menyediakan sebagian besar pasokan listrik bagi suatu negara, tagihan listrik sering kali melonjak bersamaan dengan harga bahan bakar selama periode ketegangan geopolitik atau kekurangan pasokan.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah bermaksud untuk mengalihkan proyek-proyek energi terbarukan yang sudah lama—yang saat ini menyumbang sekitar sepertiga pembangkit listrik Inggris —dari penetapan harga variabel ke kontrak harga tetap.
Mengapa ini penting:
- Stabilitas Harga: Dengan mengalihkan energi terbarukan lama ke kontrak tetap, pemerintah bertujuan untuk memastikan bahwa rendahnya biaya operasional pembangkit listrik tenaga angin dan surya benar-benar tercermin dalam tagihan konsumen.
- Mitigasi Guncangan: Memisahkan harga-harga ini akan mengurangi dampak konflik internasional (seperti yang terjadi di Timur Tengah) terhadap biaya hidup dalam negeri.
- Penyelarasan Pasar: Pergeseran ini akan membawa aset energi terbarukan yang lebih tua sejalan dengan pengembangan energi ramah lingkungan terkini yang sudah beroperasi dengan model harga yang lebih stabil.
Pendekatan “Wortel dan Tongkat”.
Pemerintah tidak hanya mengusulkan transisi sukarela; mereka memanfaatkan tekanan fiskal untuk mempercepat perubahan. Bersamaan dengan rencana ini, Rektor dapat mengumumkan peningkatan pajak rejeki nomplok pada pembangkit listrik.
Pajak ini saat ini menargetkan pembangkit dengan kontrak lama yang memperoleh keuntungan sangat tinggi ketika harga bahan bakar melonjak. Dengan menaikkan pajak ini, pemerintah bertujuan untuk menciptakan insentif finansial bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk “secara sukarela” beralih ke kontrak harga tetap, yang akan membebaskan mereka dari pungutan tersebut.
Memperluas Infrastruktur Ramah Lingkungan
Selain mekanisme penetapan harga, Menteri Energi Ed Miliband diperkirakan akan mengumumkan reformasi yang lebih luas untuk mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan:
– Perencanaan Reformasi Hukum: Mengubah peraturan untuk memudahkan perusahaan memasang panel surya.
– Aksesibilitas EV: Menyederhanakan proses bagi warga yang tidak mempunyai jalan masuk pribadi untuk memasang titik pengisian kendaraan listrik (EV).
Reaksi dan Kritik Politik
Pengumuman tersebut telah menimbulkan perpecahan tajam di antara partai-partai politik:
- Oposisi (Konservatif): Sekretaris Shadow Energy Claire Coutinho mengkritik langkah tersebut, dengan alasan bahwa pajak dan retribusi baru pada akhirnya akan menambah beban rumah tangga daripada menurunkan biaya.
- Demokrat Liberal: Mendukung rencana tersebut, sejalan dengan sentimen bahwa peningkatan pembangkit listrik energi terbarukan akan secara langsung berdampak pada penurunan tagihan rumah tangga.
- Partai Hijau: Meskipun menyatakan kelegaan terhadap arah kebijakan tersebut, partai tersebut berpendapat bahwa pemerintah terlalu lambat dalam bertindak dalam mencegah krisis energi.
“Bagi Inggris dan banyak negara lainnya, energi ramah lingkungan kini menjadi satu-satunya jalan menuju keamanan finansial, keamanan energi, dan keamanan nasional,” kata Ed Miliband.
Kesimpulan
Kebijakan yang diusulkan ini merupakan upaya signifikan untuk merestrukturisasi pasar energi Inggris agar lebih mengutamakan stabilitas jangka panjang dibandingkan volatilitas jangka pendek. Jika berhasil, transisi ke kontrak energi terbarukan dengan harga tetap dapat memberikan penyangga yang sangat dibutuhkan rumah tangga terhadap sifat pasar bahan bakar fosil global yang tidak dapat diprediksi.




















