Ikan Purba Tanpa Rahang Memiliki Empat Mata untuk Bertahan dari Predasi

15

Setengah miliar tahun yang lalu, nenek moyang vertebrata kita tidak hanya primitif – mereka juga dilengkapi dengan keunggulan evolusioner yang telah lama kita lupakan: empat mata. Fosil yang baru dianalisis dari Tiongkok mengungkapkan bahwa ikan purba ini, yang dikenal sebagai myllokunmingids, memiliki dua pasang mata yang berfungsi. Penemuan ini membentuk kembali pemahaman kita tentang evolusi awal vertebrata, menunjukkan bahwa kecanggihan visual muncul jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Keuntungan Kambrium

Periode Kambrium (541–485,4 juta tahun lalu) merupakan masa peningkatan predasi. Nenek moyang bertubuh lunak menghadapi ancaman yang semakin besar di lautan, dan memiliki lebih banyak mata kemungkinan besar meningkatkan peluang mereka untuk bertahan hidup. Para peneliti percaya bahwa rangkaian mata kedua memberikan bidang penglihatan yang lebih luas, membantu dalam mendeteksi predator.

Fosil-fosil tersebut, yang terawetkan dengan sangat baik di lapisan fosil Chengjiang di Tiongkok selatan, menunjukkan dua mata besar di kedua sisi kepala, di samping sepasang mata yang lebih kecil dan berfungsi penuh yang terletak di antara keduanya. Tim mengkonfirmasi bahwa bangunan-bangunan ini bukanlah peninggalan; mereka memiliki lensa dan pigmen penyerap cahaya, yang berarti mereka membentuk gambar.

Dari Empat Mata hingga Kelenjar Pineal

Yang paling mencolok adalah apa yang terjadi pada mata ekstra ini seiring berjalannya waktu. Vertebrata modern—termasuk manusia—memiliki sisa fitur kuno ini di kelenjar pineal. Pada ikan hidup, reptil, dan amfibi, ini bermanifestasi sebagai mata parietal atau “mata ketiga” yang mendeteksi cahaya tetapi tidak membentuk gambar.

Penelitian menunjukkan kelenjar pineal berevolusi dari sepasang mata kedua yang berfungsi penuh. Vertebrata awal menggunakan struktur ini untuk penglihatan; kemudian, ia menyusut dan kehilangan kemampuan pencitraannya, sehingga menjadi penting untuk mengatur tidur melalui produksi melatonin.

Mengapa Ini Penting

Penemuan ini menggarisbawahi betapa evolusi tidak selalu berjalan lurus. Sifat-sifat yang tadinya penting untuk kelangsungan hidup dapat diubah fungsinya selama jutaan tahun. Hal ini juga menyoroti pentingnya penemuan fosil luar biasa seperti ini, yang memberikan wawasan langka mengenai anatomi tubuh lunak makhluk purba.

“Hal ini mengubah cara kita berpikir tentang evolusi awal vertebrata,” kata Jakob Vinther, salah satu penulis penelitian ini. “Ternyata nenek moyang kita adalah hewan dengan visual canggih yang menavigasi dunia berbahaya.”

Myllokunmingids bermata empat tidak hanya lucu; mereka beradaptasi dengan baik terhadap dunia yang berbahaya. Warisan evolusioner mereka masih hidup dalam otak kita, mengingatkan kita bahwa makhluk paling primitif sekalipun pun bisa memiliki kompleksitas yang mengejutkan.