SpaceX Dengan Cepat Memperluas Konstelasi Starlink dengan Peluncuran Dua Akhir Pekan

9

SpaceX memperkuat jaringan internet Starlink selama akhir pekan dengan dua peluncuran satelit yang sukses dari kedua pantai Amerika Serikat, mengerahkan total 82 satelit. Peluncuran ini menggarisbawahi langkah agresif SpaceX dalam membangun konstelasi satelit orbit rendah Bumi (LEO) terbesar di dunia.

Peluncuran California: Penerapan di Hari Valentine

Pada tanggal 14 Februari, roket Falcon 9 lepas landas dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California pada pukul 20:59 EST, membawa 24 satelit Starlink (Grup 17-13). Misi ini menyoroti kemampuan SpaceX untuk melakukan operasi simultan di beberapa fasilitas peluncuran. Booster tersebut, yang diberi nama Booster 1081, menyelesaikan penerbangannya yang ke-22, menunjukkan strategi penggunaan kembali perusahaan yang hemat biaya untuk perangkat keras peluncurannya.

Peluncuran Florida: Ekspansi Berkelanjutan

Kurang dari 48 jam kemudian, pada 16 Februari pukul 02:59 EST, roket Falcon 9 lainnya diluncurkan dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida, mengirimkan 29 satelit Starlink (Grup 6-103). Booster 1090 menyelesaikan penggunaan kembali yang ke 10 setelah mendarat di kapal drone “A Shortfall of Gravitas”. Kemampuan penggunaan kembali ini sangat penting untuk mengurangi biaya akses ruang angkasa dan mempercepat penerapan satelit.

Jangkauan dan Dampak Starlink yang Berkembang

Peluncuran ini menjadikan jumlah total satelit Starlink aktif di orbit menjadi lebih dari 9.600. Layanan ini kini menyediakan internet broadband ke wilayah-wilayah yang kurang terlayani secara global, termasuk wilayah terpencil dan lingkungan maritim. SpaceX juga telah mengintegrasikan Starlink dengan penyedia seluler untuk mengaktifkan konektivitas seluler ke satelit dan layanan WiFi dalam penerbangan.

Peluncuran hari Senin menandai penerbangan Falcon 9 ke-19 SpaceX tahun ini dan penerbangan ke-602 perusahaan secara keseluruhan, menunjukkan posisi dominannya di sektor luar angkasa komersial. Pesatnya penyebaran satelit Starlink mengubah konektivitas global, meskipun konstelasi yang berkembang ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan astronom tentang polusi cahaya dan puing-puing orbit.

Perluasan jaringan Starlink yang berkelanjutan menggarisbawahi komitmen SpaceX untuk menyediakan akses internet di mana-mana sambil mendorong batas-batas teknologi peluncuran yang dapat digunakan kembali.