Monumen Yonaguni: Kota Hilang atau Keajaiban Alam?

14

Di lepas pantai Pulau Yonaguni, Jepang, terdapat formasi bawah air yang memicu perdebatan. Menyerupai kota yang tenggelam, Monumen Yonaguni – pertama kali ditemukan pada tahun 1987 oleh Kihachiro Aratake – menampilkan teras bersudut tajam dan struktur berundak yang puncaknya 6 meter di bawah permukaan laut. Apakah ini sisa-sisa peradaban yang hilang, atau contoh nyata dari proses geologi alami?

Misterinya Semakin Dalam

Penampakan strukturnya yang tidak biasa telah membuat beberapa orang berspekulasi bahwa struktur tersebut sengaja diukir atau dimodifikasi oleh manusia ribuan tahun yang lalu. Ahli geologi Masaaki Kimura berpendapat bahwa situs tersebut menunjukkan bukti adanya intervensi buatan, yang menunjukkan bahwa situs tersebut mungkin merupakan sisa peradaban yang ditelan oleh naiknya permukaan air laut sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Namun, mayoritas komunitas ilmiah tidak setuju. Penjelasan umum adalah bahwa formasi tersebut sepenuhnya alami, terbentuk selama ribuan tahun oleh tekanan tektonik, retakan pada batuan dasar, dan erosi yang tiada henti.

Seni Geometris Alam

Kunci untuk memahami Yonaguni terletak pada pemahaman bagaimana Bumi menciptakan formasi geometris yang menakjubkan tanpa campur tangan manusia. Kolom heksagonal dari Giant’s Causeway di Irlandia, trotoar Tasmania yang dilapisi dengan tessel, dan bebatuan Al Naslaa yang terbelah sempurna di Arab Saudi hanyalah beberapa contohnya. Keajaiban ini menunjukkan bahwa alam mampu menghasilkan presisi yang menakjubkan.

Monumen Yonaguni terbentuk di sepanjang bidang perlapisan – lapisan alami batuan sedimen – dan kumpulan sambungan, yaitu retakan yang terbentuk ketika batuan mengalami tekanan. Gempa bumi, yang umum terjadi di wilayah tersebut, mempercepat proses ini, menyebabkan batuan retak dengan pola yang dapat diprediksi. Aksi arus laut yang tiada henti semakin mengikis retakan ini, sehingga menciptakan penampakan yang berundak.

Putusan: Erosi Alami

Penelitian terbaru mendukung teori asal usul alam. Sebuah tim yang dipimpin oleh Hironobu Suga dari Universitas Kyushu mengamati proses erosi yang sedang berlangsung di lokasi tersebut pada tahun 2024, menemukan bukti pelepasan batuan dasar, abrasi, dan pembentukan lubang. Tim menyimpulkan bahwa “formasi seperti reruntuhan” secara aktif diciptakan oleh pelapukan alami.

Tidak ada bukti arkeologis yang menunjukkan keterlibatan manusia. Terlepas dari misteri yang masih ada, penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa Monumen Yonaguni adalah bukti kekuatan geologi bumi, bukan peradaban yang hilang. Fakta bahwa alam dapat membentuk struktur menakjubkan melalui waktu dan aktivitas tektonik sungguh luar biasa.