NASA sedang mempercepat persiapan untuk misi Artemis 2, penerbangan berawak pertama mengelilingi Bulan dalam lebih dari setengah abad. Untuk mendapatkan perspektif unik mengenai kemajuan program ini, Administrator NASA yang baru ditunjuk Jared Isaacman menerbangkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth di atas roket Artemis 2 di Kennedy Space Center di Florida. Inspeksi ini menggarisbawahi pentingnya misi ini dan pengawasan ketat yang dihadapinya.
Program Artemis: Batu Loncatan ke Mars
Program Artemis bertujuan untuk membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan, yang berfungsi sebagai ajang pembuktian teknologi dan strategi operasional yang penting untuk misi masa depan ke Mars. Berbeda dengan misi Apollo, Artemis berfokus pada eksplorasi bulan jangka panjang dan pemanfaatan sumber daya, termasuk membangun pangkalan permanen.
Misi Artemis 1 pada akhir tahun 2022 berhasil menguji roket Space Launch System (SLS) dan pesawat ruang angkasa Orion di luar angkasa, memverifikasi kinerja dasarnya. Artemis 2 melanjutkan kesuksesan ini dengan membawa empat awak astronot dalam penerbangan orbital selama 10 hari mengelilingi Bulan, memvalidasi dukungan kehidupan dan operasi luar angkasa dengan manusia di dalamnya.
Latihan Gaun Basah Mengungkapkan Tantangan
Tumpukan SLS-Orion menjalani “latihan pakaian basah” yang penting – simulasi hitung mundur penuh dengan bahan bakar kriogenik dimuat. Tes ini sangat penting untuk menyinkronkan interaksi kompleks antara roket, pesawat ruang angkasa, dan sistem darat. Namun, latihan tersebut menemukan kebocoran hidrogen cair selama pengisian bahan bakar SLS, sehingga memaksa NASA untuk menunda peluncuran Artemis 2 paling cepat hingga bulan Maret.
Penundaan ini menyoroti risiko yang melekat dan hambatan teknis dalam eksplorasi ruang angkasa. Mempertahankan bahan bakar kriogenik pada suhu yang sangat rendah merupakan tantangan teknis yang signifikan, dan bahkan kebocoran kecil pun dapat membahayakan keberhasilan misi.
Mengapa Ini Penting
Program Artemis bukan hanya tentang kembali ke Bulan; ini tentang membangun infrastruktur ruang angkasa yang berkelanjutan dan mendorong batas-batas eksplorasi manusia. Keberhasilan misi ini akan menentukan apakah NASA dapat mempertahankan kepemimpinannya di luar angkasa, menginspirasi generasi mendatang, dan pada akhirnya membuka jalan bagi misi berawak ke Mars. Penundaan yang terjadi saat ini menggarisbawahi pentingnya pengujian yang ketat dan perlunya investasi berkelanjutan dalam teknologi maju.
Program Artemis mewakili langkah penting dalam perjalanan umat manusia di luar Bumi, namun keberhasilannya bergantung pada mengatasi tantangan teknis dan mempertahankan komitmen teguh terhadap tujuan jangka panjang.


















