Ikatan Keluarga yang Kuat di Masa Muda Terkait dengan Kehidupan Sosial yang Lebih Baik di Masa Dewasa

8

Penelitian menunjukkan bahwa hubungan pengasuhan orang tua-anak selama masa remaja sangat terkait dengan hubungan sosial yang lebih baik di masa dewasa, bahkan beberapa dekade kemudian. Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics ini menemukan bahwa individu yang memiliki ikatan keluarga terdekat saat remaja memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk memiliki kehidupan sosial yang kuat dibandingkan orang dewasa. Ini termasuk memiliki tiga atau lebih teman dekat dan bersosialisasi setidaknya sekali seminggu.

Kaitan Tak Terduga Antara Masa Kecil dan Dewasa

Bagi banyak remaja, gagasan menghabiskan waktu bersama orang tua adalah hal yang tidak menarik. Namun, penelitian ini menyoroti bahwa kualitas hubungan awal memainkan peran penting dalam membentuk kesejahteraan sosial jangka panjang. Para peneliti meneliti enam hasil sosial utama, dan secara konsisten menemukan bahwa ikatan keluarga yang lebih kuat selama sekolah menengah pertama dan atas berkorelasi dengan tingkat hubungan sosial yang lebih tinggi di kemudian hari.

Mengapa Ini Penting: Epidemi Kesepian

Penelitian ini sangat relevan mengingat meningkatnya tingkat kesepian dan isolasi sosial, yang oleh Ahli Bedah Umum AS disebut sebagai epidemi. Meskipun penelitian sebelumnya berfokus pada manfaat internal dari hubungan orang tua-anak yang kuat (seperti penerimaan diri), penelitian ini menekankan dampak eksternal terhadap kepuasan sosial. Di dunia yang semakin didominasi oleh koneksi digital, pentingnya ikatan keluarga sejak dini untuk membina hubungan di dunia nyata tidak bisa disepelekan.

Perspektif Perkembangan

Andrew Garner, dokter anak di Case Western Reserve University yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mencatat bahwa penelitian ini mendorong pendekatan “perkembangan” untuk memahami kesepian. Daripada hanya menyalahkan pilihan individu atau struktur sosial orang dewasa, penelitian ini menunjukkan bahwa fondasi untuk kehidupan sosial yang sehat telah diletakkan jauh lebih awal.

Konteks dan Implikasi

Temuan ini sangat penting karena adanya dampak kesehatan yang terdokumentasi dari isolasi sosial, termasuk peningkatan risiko kecemasan, penyakit jantung, dan kematian dini. Hasilnya, para profesional kesehatan semakin menyadari adanya hubungan penting antara keterhubungan sosial dan kesehatan secara keseluruhan.

Hubungan keluarga yang kuat selama masa remaja bukan hanya tentang kesejahteraan emosional—tetapi merupakan unsur utama dalam kehidupan dewasa yang memuaskan dan terhubung secara sosial. Studi ini memperkuat gagasan bahwa berinvestasi dalam membina ikatan keluarga selama masa muda adalah investasi dalam kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang.