Mikrobioma Kulit Pohon: Pengatur Iklim Tersembunyi

8

Bagian luar pohon yang kasar menyimpan dunia mikroba yang luas dan sebagian besar belum dipelajari, yang memainkan peran mengejutkan dalam mengatur gas rumah kaca. Para ilmuwan baru mulai memahami bagaimana “caulosphere” – habitat mikroba pada kulit pohon – mempengaruhi kimia atmosfer. Dengan total luas permukaan yang menyaingi daratan dunia, kulit pohon mendukung triliunan bakteri, dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa organisme kecil ini dapat berdampak signifikan terhadap iklim global.

Skala Dunia Tersembunyi

Skala kehidupan mikroba pada kulit pohon sangatlah mencengangkan. Satu meter persegi kulit kayu dapat menampung lebih dari 6 triliun bakteri, jumlah yang sebanding dengan jumlah bakteri yang ditemukan di tanah subur. Selama bertahun-tahun, habitat ini telah terabaikan, namun habitat ini mewakili reservoir aktivitas biologis yang sangat besar dan belum dimanfaatkan. Analisis genetik mengungkapkan bahwa keluarga bakteri dominan (Acidobacteriaceae, Mycobacteriaceae, dan Acetobacteraceae) sebagian besar tidak diketahui ilmu pengetahuan.

Metabolisme Mikroba dan Gas Rumah Kaca

Bakteri ini tidak hanya ada di batang pohon saja. Mereka secara aktif mengonsumsi hidrogen (H2), karbon monoksida, dan metana – yang semuanya merupakan gas rumah kaca utama. Meskipun hidrogen sendiri bukanlah penyebab pemanasan utama, hidrogen dapat memperkuat potensi metana di atmosfer. Kemampuan mikroba kulit kayu dalam mengolah gas-gas tersebut tidaklah konstan. Di lingkungan yang kaya oksigen, mereka menyerap gas-gas ini, namun dalam kondisi tergenang air (seperti rawa), mereka dapat menghasilkan gas-gas tersebut.

Dampak Global dan Ketidakpastian

Para peneliti memperkirakan bahwa mikroba kulit kayu secara global mengkonsumsi antara 0,6 dan 1,6 miliar kilogram hidrogen setiap tahunnya, berpotensi menghilangkan hingga 2% dari total hidrogen di atmosfer. Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan mengukur kontribusi ini dan menyoroti bagaimana pohon melakukan lebih dari sekedar menyerap karbon dioksida di kayunya. Dengan mempengaruhi umur metana, mikroba kulit kayu dapat menjadi faktor penting yang belum diketahui sebelumnya dalam regulasi iklim.

Namun, data saat ini terbatas pada delapan spesies pohon Australia. Gambaran global secara keseluruhan masih belum pasti, dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana tipe hutan, spesies, dan komunitas mikroba yang berbeda mempengaruhi siklus gas rumah kaca. Interaksi antara jamur dan bakteri pada kulit kayu juga memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Memahami proses mikroba ini sangatlah penting, karena proses ini mengungkap kompleksitas tambahan dalam sistem iklim bumi. Dengan menyadari peran tersembunyi kulit pohon, para ilmuwan menemukan cara baru untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperbaiki model iklim.