Predisposisi Genetik Mendominasi Umur Manusia, Studi Menemukan

18

Penelitian baru menunjukkan bahwa meskipun kebiasaan sehat itu penting, gen Anda adalah penentu utama berapa lama Anda akan hidup. Sebuah penelitian yang diterbitkan hari Kamis di Science menemukan bahwa faktor genetik sangat menentukan umur, yang berarti bahwa gaya hidup paling sehat pun hanya dapat memperpanjang umur panjang hingga batas yang ditentukan secara genetis.

Temuan Inti: Genetika Dibandingkan Gaya Hidup

Para peneliti yang dipimpin oleh Uri Alon di Weizmann Institute of Science mencapai kesimpulan ini setelah menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk penelitian kembar di Swedia (kembar identik yang dibesarkan bersama-sama dan terpisah) dan kumpulan data saudara kandung dari orang-orang berusia seratus tahun di Amerika. Tujuannya adalah untuk mengisolasi kontribusi genetik terhadap umur panjang dari faktor eksternal seperti kecelakaan atau infeksi. Apa yang mereka temukan: penuaan sebagian besar bersifat keturunan, menantang kebijaksanaan medis konvensional yang menekankan pentingnya pola makan, olahraga, dan intervensi gaya hidup lainnya.

Cara Kerja Penelitian

Para peneliti menggunakan beberapa kumpulan data untuk memastikan generalisasi. Menganalisis anak kembar – terutama yang dibesarkan secara terpisah – memungkinkan para ilmuwan mengontrol lingkungan bersama dan fokus pada pengaruh genetik. Dimasukkannya saudara kandung dari keluarga berumur panjang memperkuat temuan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun faktor eksternal dapat memengaruhi bagaimana seseorang meninggal (misalnya karena penyakit versus kecelakaan), usia akhir kematian sebagian besar ditentukan oleh kecenderungan genetik.

Mengapa Ini Penting

Penelitian ini memiliki implikasi terhadap cara kita mendekati penuaan. Meskipun perilaku sehat sangat penting untuk kualitas hidup, perilaku tersebut mungkin tidak memperpanjang umur maksimal secara signifikan melebihi potensi genetik seseorang. Misalnya, jika warisan genetik Anda menunjukkan umur maksimal 80 tahun, olahraga atau diet apa pun tidak akan mendorong batas tersebut hingga 100 tahun. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan etis tentang pengujian genetik dan potensi pengobatan pencegahan yang dipersonalisasi berdasarkan ciri-ciri umur panjang yang melekat.

Studi ini menggarisbawahi bahwa genetika memainkan peran dominan dalam menentukan umur manusia. Pilihan gaya hidup dapat meningkatkan kesehatan pada tahun-tahun tersebut, namun tidak dapat mengatasi batasan genetik yang telah ditentukan.